Tag Archives: thibbun nabawi

Belajar Adab Memotong Kuku Yuk!

Imam Adz-dzahabi menyebutkan bahwasannya di antara kesempurnaan rahmat dan kelemah lembutan-Nya terhadap makhluk-Nya Dia menjadikan di ujung-ujung jari kuku-kuku untuk menguatkan gerakannya dan menghindari ujung-ujung jari dari keropos, dan dijadikan memanjang setiap waktu. Karena jika tetap tidak memanjang pastilah keropos karena banyak bekerja, terdapat keterangan hadits untuk memotongnya, dan terdapat juga atsar-atsar untuk memotong dan menguburnya seperti sabdanya :

قص الظفر واحلق العانة وانتف الإبط يوم الخميس واجعل الطيب واللباس والغسل يوم الجمعة

Potonglah kuku dan cukurlah bulu kemaluan dan cabutlah bulu ketiak pada hari Kamis dan gunakanlah minyak wangi, pakaian dan mandilah pada hari Jum’at.Baca lebih lanjut

Resep Air Hujan Obati Demam

Imam Ibnu Muflih Al Maqdisi menungkapkan bahwasannya dalam hadits Jabir menyatakan bahwa hasan bin Ali pernah sakit lalu dijenguk oleh Nabi ﷺ. Ternyata ia mengalami demam tinggi. Kemudian beliau ﷺ mendekapnya, menciumnya dan menangis.

Lalu Jibril turun dan berkata, “Ini adalah hadiah dari Allah untukmu dan keluargamu.” Lantas beliau ﷺ menyuruh Abdullah bin Rawahah agar membuat tulisan. Lalu beliau ﷺ minta disediakan gelas, madu dan cuka. Lalu beliau bersabda, “Tulislah:  Baca lebih lanjut

Dahsyatnya Ulama Salaf Mengkaji Shalat Sebagai Obat

Ketika berbicara manfaat kesehatan yang didapat dari shalat maka sudah selayaknya menelisik kembali hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahuanhu di mana Rasulullah ﷺ memerintahkan beliau t untuk sholat tatkala beliau mengadukan perutnya yang sakit.

Para ulama berpendapat setidaknya ada dua faedah dari hadits riwayat Ibnu Majah dimana Abu hurairah  mengatakan, “Rasulullah melihatku sedangkan aku tidur melingkar karena sakit perut, lalu beliau berkata, asykam darda? Aku menjawab, betul wahai Rasulullah. Beliau berkata, bangunlah lalu shalat karena shalat adalah obat.”

Pertama adalah bahwasannya Nabi ﷺ pernah berbicara bahasa Persia. Kedua, bahwa shalat mengobati sakit hati (liver) dan lambung serta usus.

Dalam kajian sholat sebagai obat bagi perut yang sakit, para ulama mengungkapkan setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, urusan ilahi yang merupakan ibadah, kedua urusan jiwa, itu karena jiwa yang merasa sakit terhibur dengan shalat dan berkurang merasakannya lalu munculah kekuatan yang mengalahkan rasa sakit.   Baca lebih lanjut

Diabet Adalah Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Oleh: Dr. Muhammad Musa

Sering kali kita mendengar beberapa cerita pengalaman dari orang-orang terdekat di sekitar kita, bahwa ada diantara mereka yaang terkena penyakit diabetes, dan sebagian besar dari mereka divonis oleh dokter tinggal “menunggu waktu saja”, kecuali ada keajaiban Tuhan. Namun sesungguhnya tidaklah demikian adanya. Baca lebih lanjut

Jus Semangka, Minuman Sehat Pereda Asam Urat

 

jus semangka

Buah semangka adalah salah satu buah yang digemari oleh Rasulullah ﷺ.  Diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Nabi bahwa beliau pernah makan semangka dicampur dengan kurma muda yang sudah masak, beliau bersabda, “Panas di buah ini dinetralisir oleh unsur dingin di buah ini.”

Buah semangka, atau yang dalam istilah arab disebut dengan biththikh adalah buah multi manfaat. Bahkan bagi penderita asam urat pun tak perlu risau jikalau saja mengerti cara memanfaatkan buah manis yang satu ini.

Dari Ibnu Abbas  secara marfu, “Semangka adalah makanan, minuman dan raihan (tanaman harum), mencuci kandung kencing, membersihkan perut, memperbanyak air punggung, membantu bercampur, mencerahkan kulit dan mengatasi kelemahan.” (Kitab Ath-Thibbun Nabawi) Baca lebih lanjut

750 Juta Syu’bi di Paru Paru

Bronkus (Syu'bi)

Sesungguhnya bernafas adalah proses memberi makan sel-sel tubuh dengan oksigen. Sel-sel tubuh tidak bisa bertahan hidup kecuali jika mereka diberi oksigen. Itulah sebabnya manusia hanya dapat menahan nafas untuk waktu yang singkat saja. Juga di ketinggian, ketika kadar oksigen semakin menipis, seseorang akan  merasakan berat bernafas dan dadanya kian terhimpit lantaran kesulitan mendapat oksigen. Jika hilangnya pasokan oksigen dibiarkan lebih lama lagi, maka sel-sel tubuh kemudian akan mati dan akhirnya manusia akan tewas.

Bernafas adalah proses yang melibatkan banyak sekali komponen yang tergabung dalam sistem pernafasan. Ibnu Qoyyim menjelaskan, saluran pernafasan manusia bercabang menjadi beberapa saluran yang akhirnya sampai pada saluran akhir yang sangat tipis. Setiap saluran diliputi selaput tipis yang bersambungan dengan dinding urat darah kecil. Disinilah darah dibersihkan dan mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sistem pernafasan terdiri dari sistem pernafasan atas dan sistem pernafasan bawah. Sistem pernafasan atas meliputi hidung, tenggorok, laring (organ suara) dan batang tenggorok. Sementara sistem pernafasan bawah dimulai dari karina (percabangan menjadi dua batas batang tenggorok), lalu bronkus (syu’bi) primer, sekunder, dan tersier, diteruskan bronkiolus, serta alveoli. Baca lebih lanjut

Obat, Yes! Racun, No!

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan benda haram.” -HR Abu Dawud-

Diantara petunjuk yang diajarkan oleh Nabi ﷺ adalah bahwa beliau biasa melakukan pengobatan untuk diri sendiri dan juga memerintahkan orang lain yang terkena penyakit, baik itu keluarga atau para sahabat beliau untuk melakukan pengobatan sendiri. Namun, beliau dan para sahabatnya tidak memiliki kebiasaan menggunakan obat-obatan kimia. Kebanyakan obat-obatan yang mereka gunakan adalah makanan sehat nonkimiawi. Terkadang makanan sehat itu mereka campurkan dengan zat lain sebagai pengemulsi atau sekedar untuk menghilangkan bentuk asalnya saja.

Obat-obatan berupa makanan sehat adalah jenis obat yang biasa digunakan oleh berbagai etnis di berbagai negara, baik yaitu bangsa Arab, Turki, atau kalangan kaum badui dan yang lainnya secara keseluruhan. Hanya bangsa Romawi dan Yunani yang gemar menggunakan obat-obatan kimia. Sementara orang-orang India (Aryuveda) juga lebih banyak menggunakan obat-obatan berupa makanan sehat.

Selain itu Nabi ﷺ juga melarang penggunaan barang-barang yang haram, kotor dan najis untuk dipergunakan sebagai obat. Pelarangan inilah yang membedakan pengobatan Islam dengan banyak pengobatan lainnya. Pengobatan lain selain pengobatan Islam seperti pengobatan Cina, Romawi, Mesir, dan India lazim menggunakan barang haram seperti khamr, babi, ular, katak, darah, air seni manusia, atau bahkan zat-zat beracun sebagai obat. Baca lebih lanjut

Kisah Al-Harits bin Kaldah dan Raja Persia

ilustrasiSalah satu tabib yang terkenal di kalangan bangsa Arab adalah Al-Harits bin Kaldah. Beliau hidup pada masa Rasulullah ﷺ. Beliau adalah orang yang ikut makan bersama Khalifah Abu Bakar ketika mereka berdua diracuni melalui daging khazirah (daging yang diberi tepung dan dimasak) yang dihadiahkan kepada Abu Bakar r.a.

Suatu ketika Al-Harits bin Kaldah diizinkan memasuki istana Anousriwan (Raja Persia). Al-Harits pun berdiri di sisi raja, dan terjadilah dialog antara Al-Harits dan sang Kisra (Gelar Raja Persia).

Raja                       : Siapa engkau?

Al-Harits               : Saya Al-Harits bin Kaldah Al Tsaqofiy.

Raja                       : Apa profesimu?

Al-Harits               : Saya seorang dokter.

Raja                       : Apakah kamu bangsa Arab?

Al-Harits               : Ya.

Raja                       : Apa yang dapat diperbuat bangsa Arab dalam kedokteran, sementara mereka bangsa bodoh, akalnya lemah, dan buruknya makanan mereka?

Al-Harits               : Wahai raja, jika ini menjadi sifatnya, itu berarti mereka sangat membutuhkan orang yang bisa memperbaiki kebodohannya, memperbaiki akhlaknya, dan menyehatkan fisiknya, karena orang berakal mengetahui semua itu dari keadaan dirinya sendiri, dapat membedakan dengan keadaan dirinya, dan mereka senantiasa berhati-hati dari semua obat-obatan dengan cara mengindahkan dan memperbaiki pola dan tata cara hidup dirinya. Baca lebih lanjut