Tag Archives: sakit kepala

Belajar Diagnosa dari Imam Ahmad

Imam Ahmad selain dikenal sebagai salah satu dari imam 4 mahdzab, sebagaimana Imam Syafi’i, beliau juga pandai dalam ilmu pengobatan. Berikut ini beberapa kisah yang terdokumentasi sehingga dapat menunjukkan beliau rahimahullah pandai dalam mendiagnosa penyakit, mengerti tentang jenis-jenis obat dan penerapan gaya hidup.

Ibnu Muflih Al Maqdisi mengatakan dalam kitabnya, Khamsuna Fashlan Fith Thibbin Nabawi, Al-Mawardzi mengatakan, “Aku pernah mendengar seseorang mengadu kepada Abu Abdillah (Ahmad bin Hambal). ‘Aku merasakan nyeri yang berdenyut-denyut di ibu jariku?’ katanya. Lalu ia (Abu Abdillah) berkata: ‘Ini adalah kelebihan air. Menurutku, kamu harus mengurangi minum air di malam hari’.” Baca lebih lanjut

Iklan

Belum Tentu Kepala yang Sakit

migrain

Sakit kepala saat ini telah menjadi problematika yang umum bagi sebagian besar masyarakat. Banyak pula masyarakat masih mengandalkan obat-obatan yang bersifat analgesik (pereda rasa nyeri) sebagai solusi andalan bagi penanganan sakit kepala. Tapi, tahukah anda bahwa pemberian obat nyeri yang terkadang cenderung berlebihan bukanlah solusi yang baik bagi tubuh. Perhatikanlah apa yang diungkapkan oleh Paracelsus berikut ini : Dosis sola fecit venenum (dosis yang menentukan sesuatu menjadi racun). Apakah bijak jika setiap hari kita mengkonsumsi pereda nyeri secara berlebihan? Selain efek samping, terjadinya resistensi atau bahkan justru permasalahan yang sebenarnya menjadi pemicu timbulnya sakit kepala menjadi permasalahan yang semakin serius. Dalam kasus terakhir, sebenarnya yang sakit bukanlah kepala, tapi organ lain yang menjadi pemicunya.

Sakit kepala seringkali tidak berdiri sendiri, tapi merupakan sebuah gejala dari perubahan kondisi tubuh yang terlalu ekstrim atau menjadi gejala dolor (nyeri) yang mengikuti pada berbagai peradangan. Pemicu kepala seringkali bukan berpangkal di kepala namun adanya kaitan erat antara syaraf suatu organ yang memiliki hubungan secara sensorik dengan syaraf yang berada di kepala. Jika seperti ini apakah layak kita terus menerus menekan rasa sakit yang sebenarnya hanya gejala dan justru malah membuat kita tidak merasa bahwa salah satu organ kita telah bermasalah menjadi lebih serius. Baca lebih lanjut