Tag Archives: imunisasi

Kurma, Raja Buah dari Surga

kurma tabloid bekam”Dan Dialah yang menurunkan hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dari dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari macam tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatiankanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-An’aam : 99)

Sedikitnya ada 20 ayat dalam Al-Qur’an yang menyebutkan pohon atau buah kurma. Lima belas ayat menyebutnya bersama dengan tumbuhan lain, diantaranya zaitun, anggur dan delima. Kurma merupakan ciptaan dan karunia Allah yang mempunyai kelebihan atas buah lainnya. Penyebutan berulang kali kurma dalam Al-Qur’an menunjukkan betapa raja buah dari surga ini memiliki kandungan dan khasiat istimewa dan tiada tanding bagi yang rajin mengkonsumsinya.

Penyebutan kurma dalam Al-Qur’an terdapat juga di Surat Al-An’aam: 141, al-Kahfi: 32, Thaha: 71, asy-Syu`ara: 148, Qamar : 20, ar-Rahman : 11 & 68, al Haqqah : 7, Abasa: 27-29, Maryam: 23 & 25, al-Baqarah: 266, ar-Ra`d: 4, an-Nahl: 11 & 67, al-Isra`: 91, al-Mu`minun : 19, Yasin: 34, Ibrahim : 24. Baca lebih lanjut

Iklan

Vaksin MMR Picu Autis

PADA 1992, vaksin MMR (Measles/campak, Mumps/gondong, Rubella/campak jerman) dikabarkan menimbulkan bencana diantaranya  menyebabkan terjadinya kasus meningitis pada anak-anak. Sementara laporan dari International Medical Council on Vaccination mengungkapkan hasil survei dari 17.674  yang divaksin MMR mengalami peningkatan derita astma sebesar 140%, kelainan perangai – cenderung hiperaktif (ADHD)  sebesar 317%, masalah neurologi 185% dan autisme melonjak  146% dibanding anak yang tidak  vaksin.

Data tersebut diperkuat pernyataan dr. Rudy Sutadi.SpA, MARS, SPdI, dokter spesialis anak yang pertama kali mempopulerkan sistem Applied Behaviour Analysis (ABA) untuk terapi autisme di Indonesia. Berikut wawancara Tabloid Bekam dengan dr. Rudi:

Bagaimana mekanisme vaksin memicu terjadinya autis?
Autisme, pada dasarnya adalah kelainan yang faktor utamanya dipegaruhi oleh herediter (keturunan). Sedangkan pengaruh vaksin pada kasus autisme melalui dua jalan dan ini terlihat pengaruhnya pada pemberian vaksin MMR. Pertama, karena pengaruh zat pengawet thimerosal yang terdapat dalam vaksin MMR. Thimerosal sendiri berfungsi sebagai pencegah kontaminasi mikroorganisme asing dalam vaksin steril, seperti vaksin MMR, hepatitis B dan polio. Pengaruh thimerosal ini akan semakin memberikan efek toksik jika terdapat kandungan timah juga dalam vaksin. Efek toksik thimerosal sangat bermakna pada anak-anak yang dalam keluarga besarnya ada yang memiliki riwayat autisme, penyakit autoimun, gangguan jiwa, penyakit genetik, dan gangguan perkembangan lainnya. Semua bakat ini layaknya sebuah peluru dalam senapan genetis. Apabila peluru ini dipicu oleh thimerosal, maka terjadilah letusan autism pada anak. Berbeda jika bakat yang sudah ada kemudian tidak ada pemicunya, maka tak akan terjadi, atau ada pemicu dari thimerosal namun tidak ada peluru yang berisi bakat autisme secara genetik. Sementara jalur kedua terjadi oleh vaksin MMR yang non-thimerosal. Walau tidak mengandung thimerosal, namun pemberian vaksin MMR dapat memberikan efek gabungan pengerusakan sarung penutup saraf (Mielyn Basic Protein), sehingga terjadi mekanisme “korsleting” saraf yang menyebabkan bakat autisme akan keluar menjadi penyakit. Di samping itu kelainan autoimun lainnya, seperti asma, arthitis reumathoid, diabetes tipe I, dan gangguan pencernaan akan mungkin terjadi. Selengkapnya…

Tahnik, Tuntunan Haq Kesehatan Bayi

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Sahabat Anshor Abu Musa berkisah :

“ (Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi Shallallahu A’laihi Wassallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.”

Riwayat lainnya menjelaskan ucapan istri Rasullullah Shallallahu A’laihi Wassallam ‘Aisyah Radhiyallahu Anh yang mengatakan :

“Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.” (H.R. Bukhari  Muslim)

Berdasarkan hasits-hadits shahih tentang tahnik,  Imam An-Nawawi menguraikan :

”Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya.” Baca lebih lanjut