Tag Archives: herbal

Resep Air Hujan Obati Demam

Imam Ibnu Muflih Al Maqdisi menungkapkan bahwasannya dalam hadits Jabir menyatakan bahwa hasan bin Ali pernah sakit lalu dijenguk oleh Nabi ﷺ. Ternyata ia mengalami demam tinggi. Kemudian beliau ﷺ mendekapnya, menciumnya dan menangis.

Lalu Jibril turun dan berkata, “Ini adalah hadiah dari Allah untukmu dan keluargamu.” Lantas beliau ﷺ menyuruh Abdullah bin Rawahah agar membuat tulisan. Lalu beliau ﷺ minta disediakan gelas, madu dan cuka. Lalu beliau bersabda, “Tulislah:  Baca lebih lanjut

Iklan

Obat, Yes! Racun, No!

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan benda haram.” -HR Abu Dawud-

Diantara petunjuk yang diajarkan oleh Nabi ﷺ adalah bahwa beliau biasa melakukan pengobatan untuk diri sendiri dan juga memerintahkan orang lain yang terkena penyakit, baik itu keluarga atau para sahabat beliau untuk melakukan pengobatan sendiri. Namun, beliau dan para sahabatnya tidak memiliki kebiasaan menggunakan obat-obatan kimia. Kebanyakan obat-obatan yang mereka gunakan adalah makanan sehat nonkimiawi. Terkadang makanan sehat itu mereka campurkan dengan zat lain sebagai pengemulsi atau sekedar untuk menghilangkan bentuk asalnya saja.

Obat-obatan berupa makanan sehat adalah jenis obat yang biasa digunakan oleh berbagai etnis di berbagai negara, baik yaitu bangsa Arab, Turki, atau kalangan kaum badui dan yang lainnya secara keseluruhan. Hanya bangsa Romawi dan Yunani yang gemar menggunakan obat-obatan kimia. Sementara orang-orang India (Aryuveda) juga lebih banyak menggunakan obat-obatan berupa makanan sehat.

Selain itu Nabi ﷺ juga melarang penggunaan barang-barang yang haram, kotor dan najis untuk dipergunakan sebagai obat. Pelarangan inilah yang membedakan pengobatan Islam dengan banyak pengobatan lainnya. Pengobatan lain selain pengobatan Islam seperti pengobatan Cina, Romawi, Mesir, dan India lazim menggunakan barang haram seperti khamr, babi, ular, katak, darah, air seni manusia, atau bahkan zat-zat beracun sebagai obat. Baca lebih lanjut

Akhiri Kencing Manis Dengan Manis

Kencing Manis atau dalam bahasa medis disebut Diabetes Mellitus (DM) adalah sekumpulan dari gangguan metabolik yang ditandai oleh kondisi hiperglikemi (kadar glukosa puasa > 126 mg/dl atau postprandial > 200 mg/dl atau glukosa sewaktu > 200 mg/dl) dan abnormalitas metabolisme dari karbohidrat, lemak dan protein. Semua hal di atas merupakan hasil dari gangguan sekresi insulin, sensitifitas insulin atau keduanya.

Tanda yang timbul biasanya disebut Tripoli, yaitu poliuri (banyak berkemih), polidipsi (banyak minum) dan polifagi (banyak makan).

Diabetes mellitus sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu DM tipe 1 atau tipe DM yang bergantung pada insulin yang disuntikkan dari luar tubuh dan disebut juga  IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Jumlah kasus DM tipe 1 berkisar antara 5%-10% dari total kasus diabetes mellitus. Sedang DM tipe 2 atau yang sering disebut NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus) dapat diartikan jenis diabetes yang tidak selalu dibutuhkan suntikan insulin dari luar tubuh. Jumlah kasus DM tipe 2 sendiri adalah 90% dari total kasus penderita diabetes mellitus. Baca lebih lanjut

7 Herbal Untuk Stroke

Madu
(Mel depuratum)

Dalam kitab Sunan Ibnu Majah, dalam sebuah hadits marfu’ diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu A’laihi  Wassallam bersabda, “Barang siapa minum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja setiap bulan, niscaya ia tidak akan terkena penyakit berat.”

Madu (Al ‘Asal) selain mengandung air, glukosa, fruktosa, sukrosa, dan asam lemak, ia juga mengandung berbagai vitamin. Salah satunya yang berfungsi bagi pengobatan stroke adalah vitamin B1 yang berfungsi untuk menormalisasi kelumpuhan pada syaraf. Selain itu mengandung vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan dan melindungi sel darah merah yang mengangkut oksigen dari kerusakan.

Jelai Gandum (Hordeum vulgare)

Dari Aisyah Rhadiyanllahu Anhu, diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah diberi tahu bahwa ada orang yang sakit dan tidak mau makan, beliau berkata, “hendaknya kalian buatkan bubur sya’ir (jelai gandum) dengan daging, lalu suapkan kepadanya.” Beliau bersabda, “Demi Zat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, sesungguhnya makanan itu bisa membersihkan perut salah seorang di antara kalian sebagaimana salah seorang di antara kalian membersihkan wajah dari kotoran.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Nasa’i).
Jelai mirip seperti gandum karena berasal dari suku yang sama, Poaceae. Jelai yang dibuat bubur dengan campuran gulai daging (Talbinah) atau dibuat roti dicampur sup daging (Tsarid) adalah makanan yang baik bagi penderita sakit parah. Baca lebih lanjut

7 Herbal Pereda Demam

engingat demam bukanlah kategori ‘penyakit’ melainkan reaksi tubuh menghadapi ragam gangguan imunitas, maka yang diutamakan dalam menghadapi demam adalah tetap menjaga dan meningkatkan energi serta gizi tubuh, terutama penambahan  asupan cairan. Di antara herbal (dawa’/ obat) yang Insya Allah berkhasiat unggul untuk meredakan demam antara lain:

Madu (Mel depuratum)

madu

Madu (Mel depuratum)

“Barangsiapa meminum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja dalam satu bulan, tidak akan terkena penyakit berat” (H.R. Ibnu Majah).

Madu mengandung banyak air dan fruktosa. Madu bersifat antibakteri karena keasaman alami dan hidrogen peroksida yang dihasilkannya. Konsumsi madu secara teratur memperkuat sel darah putih untuk melawan bakteri dan penyakit yang diakibatkan oleh virus.

3-7 sendok makan madu yang dicampur dengan segelas air dingin dan diminum sebelum makan, tiga kali sehari dapat membantu meredakan demam. Terapi ini bermanfaat dilakukan di pagi hari 1 jam sebelum makan untuk detoksifikasi. Baca lebih lanjut

Rasulullah SAW Is My Doctor

Resensi Buku Baru

Rasulullah SAW Is My Doctor

Penulis
Jerry D. Gray
Penerbit
Sinergi Publishing,
Cetakan Pertama,
Dzulqa’dah 1431/
Oktober 2010
Tebal
268 hlm, 21 cm,
Soft Cover

Dewasa ini sebagian besar penduduk dunia mengkonsumsi makanan dan obat-obatan yang telah dicampur oleh zat-zat sintetis. Kenyataannya zat seperti antibiotik, fluoride, thimerosal, merkuri, ammoniak, serta beragam diagnosa dengan radiasi telah membuat sebagian besar penduduk dunia menjadi sangat tidak sehat. Manusia saat ini mudah menjadi sakit dan ketika harus sakit pun masih akan mengalami penderitaan mulai dari mahalnya beban biaya kesehatan, penggunaan obat dan tindakan medis yang tidak perlu dan terkesan dipaksakan. Orang miskin saat ini seolah dilarang sakit karena harus menghadapi kenyataan pahit dalam pengobatan. Baca lebih lanjut