Tag Archives: diare

ASI vs Susu Formula

ilustrasi“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah, 2: 233)

Merujuk pada firman Allah di atas, menjadi kewajiban bagi setiap ibu untuk menyusui buah hatinya. WHO dan Depkes RI menyatakan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga dua tahun adalah upaya memberikan jaminan kesehatan anak.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional pada 2007-2008 mengungkapkan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia nol hingga enam bulan di Indonesia menunjukkan penurunan dari 62,2 persen pada 2007 menjadi 56,2 persen pada 2008. Sedangkan cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai enam bulan turun dari 28,6 persen pada 2007 menjadi 24,3 persen pada 2008. Sementara jumlah bayi di bawah enam bulan yang diberi susu formula meningkat dari 16,7 persen pada 2002 menjadi 27,9 persen pada 2003. Baca lebih lanjut

Iklan

Usus Besar, Pusat Pengolahan Limbah Tercanggih

Rasulullah , bersabda: “Seorang mukmin itu hanya makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus.” (H.R. Bukhari).

Anatomi usus terdiri dari tiga usus perut yang memiliki tiga usus halus yaitu, pertama usus 12 jari (al-Itsna ‘asyr), kedua usus halus kosong atau jejunum (al-saim) dan ketiga adalah ujung usus halus atau ileum (al-lifaifiy). Sedangkan usus keras terdiri dari usus buntu (al-a’war), kemudian usus besar (al-Qulun) dan dubur, serta anat (al-mustaqim). Keenam usus tersebut ditambah satu usus yang disebut al-ma’idat merupakan usus ketujuh. Demikian Mahir Hasan Mahmud Muhammad mengatakan.

Usus besar atau al-Qulun adalah bagian dari sistem pencernaan yang memiliki panjang kira-kira satu setengah meter dan garis tengah enam setengah sentimeter, namun mendekati anus garis tengahnya semakin mengecil. Usus besar bagian dari usus yang terletak antara usus buntu atau al-a’war dan rektum. Keberadaan usus besar layaknya sebuah tempat pengolahan sampah yang dilengkapi dengan sistem pengendalian limbah dan penguraian komponen sampah yang canggih. Setidaknya ada 4 lapisan penyusun yang sama seperti usus halus untuk membentuk dinding usus besar. Serabut memanjang pada dinding berotot tersusun dalam tiga jalur yang memberi rupa berkerut-kerut dan berlubang-lubang. Sementara dinding selaput lendir yang lebih halus dari yang ada pada usus halus dan tidak memiliki jonjot (pompa pendorong). Di dalam selaput tersebut terdapat kelenjar yang serupa dengan kelenjar tubuler (berbentuk pipa) dan dilapisi oleh epitel berbentuk silindris yang berisi sel cangkir.

Baca lebih lanjut