Tag Archives: asma

Banyak Tawa Bisa Asma

“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.”

(QS. At-Taubah,9: 82)

Kiat Bebas AsmaTidak sedikit orang yang terjungkal hingga tewas akibat tertawa terbahak-bahak berlebihan, bahkan hal itu dialami sejumlah tokoh. Anehnya saat ini sedang berkembang terapi penyakit dengan tertawa habis, sampai salah seorang pesertanya dalam sorotan televisi berteriak: ”Kalau begini bisa gila nih!”

Senyum atau tertawa sekedarnya, Insya Allah memberikan manfaat dan bisa menjadi shadaqah, tapi tentunya tidak senyum sembarangan dan memperhatikan batas-batas, terutama terhadap lain muhrim. Tapi tertawa berlebihan atau hanya mengisi hidup dengan canda dan tawa tentu beresiko terhadap kepribadian, akhlaq, hati dan kesehatan.

Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengingatkan: “…Jangan sering tertawa karena tertawa seringnya tertawa itu mematikan hati.” (HR At-Tirmidzi) Baca lebih lanjut

Iklan

750 Juta Syu’bi di Paru Paru

Bronkus (Syu'bi)

Sesungguhnya bernafas adalah proses memberi makan sel-sel tubuh dengan oksigen. Sel-sel tubuh tidak bisa bertahan hidup kecuali jika mereka diberi oksigen. Itulah sebabnya manusia hanya dapat menahan nafas untuk waktu yang singkat saja. Juga di ketinggian, ketika kadar oksigen semakin menipis, seseorang akan  merasakan berat bernafas dan dadanya kian terhimpit lantaran kesulitan mendapat oksigen. Jika hilangnya pasokan oksigen dibiarkan lebih lama lagi, maka sel-sel tubuh kemudian akan mati dan akhirnya manusia akan tewas.

Bernafas adalah proses yang melibatkan banyak sekali komponen yang tergabung dalam sistem pernafasan. Ibnu Qoyyim menjelaskan, saluran pernafasan manusia bercabang menjadi beberapa saluran yang akhirnya sampai pada saluran akhir yang sangat tipis. Setiap saluran diliputi selaput tipis yang bersambungan dengan dinding urat darah kecil. Disinilah darah dibersihkan dan mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sistem pernafasan terdiri dari sistem pernafasan atas dan sistem pernafasan bawah. Sistem pernafasan atas meliputi hidung, tenggorok, laring (organ suara) dan batang tenggorok. Sementara sistem pernafasan bawah dimulai dari karina (percabangan menjadi dua batas batang tenggorok), lalu bronkus (syu’bi) primer, sekunder, dan tersier, diteruskan bronkiolus, serta alveoli. Baca lebih lanjut