Category Archives: Kajian Kesehatan

Usus Halus, Penyaring Sari Makanan

Usus HalusUsus halus adalah bagian dari sistem pencernaan yang memanjang dari lambung sampai katup ileo-kolika, yaitu tempat bersambungnya usus halus dengan usus besar. Sebagaimana diungkap hadits, bahwasannya usus halus mengambil tiga bagian dari tujuh bagian usus yang terdapat pada manusia.

Imam Adz Dzahabi menguraikan bahwasannya bagian pertama dari usus halus dinamakan al-Itsna ‘asyr (usus dua belas jari) atau biasa disebut duodenum, kemudian bagian kedua disebut usus shaim (usus puasa) atau biasa disebut jejunum. Bagian terakhir disebut usus yang panjang melingkar halus yang disebut al-lafayifi atau ileum (usus penyerapan).

Adapun penciptaan usus halus yang berbentuk sedemikian rupa bukanlah tanpa makna. Ibnu Sina berkata, “sesungguhnya Allah karena perhatiannya kepada manusia menciptakan usus yang banyak jumlahnya dan berbelit-belit agar makanan dapat turun dari lambung, sedangkan perut pangkal segala penyakit.” Baca lebih lanjut

Bahaya Berlebihan

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
…Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”(QS. 7:31)

Dalam ayat ini, Allah Subhanau Wa Ta’ala mengatur pula perkara makan dan minum manusia. Kalau pada masa Jahiliah manusia yang mengerjakan haji hanya memakan makanan yang mengenyangkan saja, tidak memakan makanan yang sedap-sedap yang dapat menambah gizi dan vitamin yang diperlukan oleh badan, maka dengan turunnya ayat ini, makanan dan minuman manusia itu harus disempurnakan dan diatur untuk dapat dipelihara kesehatannya. Dengan begitu manusia lebih kuat mengerjakan ibadah.

Jangan BerlebihanMaka dalam ayat ini diterangkan Allah dengan memakan makanan yang baik dan minum minuman yang bermanfaat dalam rangka mengatur kesempurnaan dan kesehatan untuk dapat beribadat kepada Allah dengan baik. Kesehatan badan banyak hubungannya dengan makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang berlebih-lebihan membawa kepada kerusakan kesehatan. Karena itu, Allah melarang berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Baca lebih lanjut

Habis Minum Susu Kumur-Kumur Dong!

Syaikh Abu Abdillah Al-Maqdisi menyebutkan bahwasannya disunnahkan berkumur sesudah minum susu. Ini dinyatakan di dalam kitab Ar-Ri’ayah. Karena Nabi ﷺ pernah berkumur dengan air sesudah minum susu. Beliau pernah bersabda, “Susu itu mengandung lemak.” Dan beliau pernah meminum susu yang dicampur dengan air. Keterangan ini tercantum di dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Sebagian ulama lain yang bersahabat dengan Syaikh Al-Maqdisi menyebutkan seperti yang disebutkan oleh sebagian tabib (dokter), bahwa terlalu banyak minum susu dapat merusak gigi dan gusi. Oleh karena itu sebaiknya berkumur dengan air sesudah minum susu. Kemudian ia menyebutkan hadits yang menyatakan bahwa Nabi ﷺ pernah berkumur (sesudah minum susu) dan bersabda, “Susu itu mengandung lemak.”   Baca lebih lanjut

Resep Air Hujan Obati Demam

Imam Ibnu Muflih Al Maqdisi menungkapkan bahwasannya dalam hadits Jabir menyatakan bahwa hasan bin Ali pernah sakit lalu dijenguk oleh Nabi ﷺ. Ternyata ia mengalami demam tinggi. Kemudian beliau ﷺ mendekapnya, menciumnya dan menangis.

Lalu Jibril turun dan berkata, “Ini adalah hadiah dari Allah untukmu dan keluargamu.” Lantas beliau ﷺ menyuruh Abdullah bin Rawahah agar membuat tulisan. Lalu beliau ﷺ minta disediakan gelas, madu dan cuka. Lalu beliau bersabda, “Tulislah:  Baca lebih lanjut

Dahsyatnya Ulama Salaf Mengkaji Shalat Sebagai Obat

Ketika berbicara manfaat kesehatan yang didapat dari shalat maka sudah selayaknya menelisik kembali hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radiyallahuanhu di mana Rasulullah ﷺ memerintahkan beliau t untuk sholat tatkala beliau mengadukan perutnya yang sakit.

Para ulama berpendapat setidaknya ada dua faedah dari hadits riwayat Ibnu Majah dimana Abu hurairah  mengatakan, “Rasulullah melihatku sedangkan aku tidur melingkar karena sakit perut, lalu beliau berkata, asykam darda? Aku menjawab, betul wahai Rasulullah. Beliau berkata, bangunlah lalu shalat karena shalat adalah obat.”

Pertama adalah bahwasannya Nabi ﷺ pernah berbicara bahasa Persia. Kedua, bahwa shalat mengobati sakit hati (liver) dan lambung serta usus.

Dalam kajian sholat sebagai obat bagi perut yang sakit, para ulama mengungkapkan setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, urusan ilahi yang merupakan ibadah, kedua urusan jiwa, itu karena jiwa yang merasa sakit terhibur dengan shalat dan berkurang merasakannya lalu munculah kekuatan yang mengalahkan rasa sakit.   Baca lebih lanjut

Diabet Adalah Penyakit yang Dapat Disembuhkan

Oleh: Dr. Muhammad Musa

Sering kali kita mendengar beberapa cerita pengalaman dari orang-orang terdekat di sekitar kita, bahwa ada diantara mereka yaang terkena penyakit diabetes, dan sebagian besar dari mereka divonis oleh dokter tinggal “menunggu waktu saja”, kecuali ada keajaiban Tuhan. Namun sesungguhnya tidaklah demikian adanya. Baca lebih lanjut

Jus Semangka, Minuman Sehat Pereda Asam Urat

 

jus semangka

Buah semangka adalah salah satu buah yang digemari oleh Rasulullah ﷺ.  Diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Nabi bahwa beliau pernah makan semangka dicampur dengan kurma muda yang sudah masak, beliau bersabda, “Panas di buah ini dinetralisir oleh unsur dingin di buah ini.”

Buah semangka, atau yang dalam istilah arab disebut dengan biththikh adalah buah multi manfaat. Bahkan bagi penderita asam urat pun tak perlu risau jikalau saja mengerti cara memanfaatkan buah manis yang satu ini.

Dari Ibnu Abbas  secara marfu, “Semangka adalah makanan, minuman dan raihan (tanaman harum), mencuci kandung kencing, membersihkan perut, memperbanyak air punggung, membantu bercampur, mencerahkan kulit dan mengatasi kelemahan.” (Kitab Ath-Thibbun Nabawi) Baca lebih lanjut

Banyak Tawa Bisa Asma

“Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.”

(QS. At-Taubah,9: 82)

Kiat Bebas AsmaTidak sedikit orang yang terjungkal hingga tewas akibat tertawa terbahak-bahak berlebihan, bahkan hal itu dialami sejumlah tokoh. Anehnya saat ini sedang berkembang terapi penyakit dengan tertawa habis, sampai salah seorang pesertanya dalam sorotan televisi berteriak: ”Kalau begini bisa gila nih!”

Senyum atau tertawa sekedarnya, Insya Allah memberikan manfaat dan bisa menjadi shadaqah, tapi tentunya tidak senyum sembarangan dan memperhatikan batas-batas, terutama terhadap lain muhrim. Tapi tertawa berlebihan atau hanya mengisi hidup dengan canda dan tawa tentu beresiko terhadap kepribadian, akhlaq, hati dan kesehatan.

Shalallahu ‘Alaihi Wassalam mengingatkan: “…Jangan sering tertawa karena tertawa seringnya tertawa itu mematikan hati.” (HR At-Tirmidzi) Baca lebih lanjut

750 Juta Syu’bi di Paru Paru

Bronkus (Syu'bi)

Sesungguhnya bernafas adalah proses memberi makan sel-sel tubuh dengan oksigen. Sel-sel tubuh tidak bisa bertahan hidup kecuali jika mereka diberi oksigen. Itulah sebabnya manusia hanya dapat menahan nafas untuk waktu yang singkat saja. Juga di ketinggian, ketika kadar oksigen semakin menipis, seseorang akan  merasakan berat bernafas dan dadanya kian terhimpit lantaran kesulitan mendapat oksigen. Jika hilangnya pasokan oksigen dibiarkan lebih lama lagi, maka sel-sel tubuh kemudian akan mati dan akhirnya manusia akan tewas.

Bernafas adalah proses yang melibatkan banyak sekali komponen yang tergabung dalam sistem pernafasan. Ibnu Qoyyim menjelaskan, saluran pernafasan manusia bercabang menjadi beberapa saluran yang akhirnya sampai pada saluran akhir yang sangat tipis. Setiap saluran diliputi selaput tipis yang bersambungan dengan dinding urat darah kecil. Disinilah darah dibersihkan dan mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sistem pernafasan terdiri dari sistem pernafasan atas dan sistem pernafasan bawah. Sistem pernafasan atas meliputi hidung, tenggorok, laring (organ suara) dan batang tenggorok. Sementara sistem pernafasan bawah dimulai dari karina (percabangan menjadi dua batas batang tenggorok), lalu bronkus (syu’bi) primer, sekunder, dan tersier, diteruskan bronkiolus, serta alveoli. Baca lebih lanjut

Obat, Yes! Racun, No!

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan benda haram.” -HR Abu Dawud-

Diantara petunjuk yang diajarkan oleh Nabi ﷺ adalah bahwa beliau biasa melakukan pengobatan untuk diri sendiri dan juga memerintahkan orang lain yang terkena penyakit, baik itu keluarga atau para sahabat beliau untuk melakukan pengobatan sendiri. Namun, beliau dan para sahabatnya tidak memiliki kebiasaan menggunakan obat-obatan kimia. Kebanyakan obat-obatan yang mereka gunakan adalah makanan sehat nonkimiawi. Terkadang makanan sehat itu mereka campurkan dengan zat lain sebagai pengemulsi atau sekedar untuk menghilangkan bentuk asalnya saja.

Obat-obatan berupa makanan sehat adalah jenis obat yang biasa digunakan oleh berbagai etnis di berbagai negara, baik yaitu bangsa Arab, Turki, atau kalangan kaum badui dan yang lainnya secara keseluruhan. Hanya bangsa Romawi dan Yunani yang gemar menggunakan obat-obatan kimia. Sementara orang-orang India (Aryuveda) juga lebih banyak menggunakan obat-obatan berupa makanan sehat.

Selain itu Nabi ﷺ juga melarang penggunaan barang-barang yang haram, kotor dan najis untuk dipergunakan sebagai obat. Pelarangan inilah yang membedakan pengobatan Islam dengan banyak pengobatan lainnya. Pengobatan lain selain pengobatan Islam seperti pengobatan Cina, Romawi, Mesir, dan India lazim menggunakan barang haram seperti khamr, babi, ular, katak, darah, air seni manusia, atau bahkan zat-zat beracun sebagai obat. Baca lebih lanjut