Category Archives: Analisa

Mengenal Sayur Hindiba dan Manfaatnya (Bagian II/Habis)

1-131Hindiba adalah tanaman yang unik, karena sifatnya yang dapat berubah karena pengaruh musim. Sebagaimana diketahui, di masa kejayaan Islam penyeleksian obat-obatan didasarkan pada sifat alamiahnya, apakah panas, dingin, lembab atau kering dan disertai dengan tingkat kepanasan atau dinginnya. Sifat alamiah sangat penting diungkap karena akan menentukan efek terapi.

Semua literatur lampau sepakat bahwa sifat alamiah hindiba adalah dingin dan lembab. Menurut Ibnu Sina hindiba adalah dingin dan lembab di level tertinggi pada tingkat pertama. Walaupun dikatakan bahwa hindiba adalah dingin dan lembab pada tingkat pertama, beberapa orang mengatakan hindiba dari jenis tertentu condong kering di tingkat kedua dan beberapa jenisnya dikatakan juga panas. Baca lebih lanjut

Keseimbangan Penciptaan Manusia

 

keseimbangan

الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَك

“Yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu, lalu menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.”  (Q.S. Al Infithaar : 7)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia diciptakan penuh dengan kesempurnaan, tentunya tidak sama dengan makhluk lainnya yang telah diciptakan lebih dulu. Itu artinya kesempurnaan yang dimaksud dalam Qs. At-Tiin (95) : 4, adalah keseimbangan. Dengan kesempurnaan dan keseimbangan ini, diharapkan manusia dapat mengemban tugas sebagai khalifah di muka bumi. Jika tugas itu dapat ditunaikan dengan baik,  maka manusia akan menempati posisi yang mulia di sisi Tuhannya (maqama mahmuda). Namun sebaliknya, ketika manusia tak menjalankan tugasnya dengan pola-pola keseimbangan yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka manusia akan terjerumus pada kebinasaan dan kehinaan, sedangkan kehidupan di muka bumi rusak dan hancur berantakan. Baca lebih lanjut

Socotra, Penghasil Ekstrak Lidah Buaya Terbaik (Bag. I)

Pulau Socotra

Pulau Socotra

Socotra sering disebut sebagai pulau alien, mengingat habitatnya yang mengingatkan pada imajinasi kehidupan yang ada di planet lain. Ya, Socotra atau Soqotra atau juga Suqutra memiliki luas pada pulau utamanya sekitar 3.625 Km2, atau hampir lima setengah kali ukuran dataran Singapura.

Walau demikian, Socotra jarang sekali penduduknya, mengingat keberadaan pulau ini meskipun jadi bagian dari Negara Yaman namun letaknya cukup terisolir, terpencil dan kondisi cuaca yang sulit seringkali menghambat jalur lalu-lintas dari dan menuju pulau tersebut. Letak yang terisolir menyebabkan Socotra memiliki habitat yang berbeda dari daratan besar semenanjung Arabia.

Nama Socotra disebut-sebut berasal dari bahasa Sansekerta, ‘Sukhadhara Dvipa’ yang berarti “Pulau Kebahagiaan.” Sumber lain mengatakan juga Socotra berasal dari bahasa Arab yaitu “Suq” yang berarti “Pasar” dan “Qotra” yang berarti “Tetesan Frankincense.” Ya, Socotra sejak masa silam terkenal sebagai penghasil Frankincense atau kemenyan yang digunakan untuk pengharum rumah dan obat. Baca lebih lanjut

Tips Untuk Para Calon Ibu

Melahirkan dan membesarkan anak telah menjadi suatu yang rumit untuk saat ini. Bayangkan saja berapa banyak ibu yang harus melalui proses melahirkan dengan cara yang tidak normal, yaitu melalui jalan operasi saat ini? Belum lagi ketika anak itu telah lahir, kemudian ternyata setelah tumbuh dan bertambah besar justru memiliki perangai yang buruk dan membuat orang tua dipusingkan karenanya…

Oleh karena itu Islam memberikan petunjuk bagi para calon orang tua, khususnya kaum ibu yang akan dikaruniai anak oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan petunjuk melalui Nabi-Nya dan para sahabat Nabi ﷺ yang senantiasa berada di atas jalan yang lurus.

Beberapa petunjuk yang baik untuk disimak itu antara lain:

Ali Radhiyallahu ‘Anhu berkata, kurma yang paling baik adalah albarniy, dalam satu riwayat Rasulullah ﷺ bersabda,

خَيْرُ تَمْرِاتِكُمْ البَرْنِيُّ يُذْهِبُ الدَّاءَ

Sebaik-baiknya kurma kalian adalah al-barniy yang dapat menghilangkan penyakit.” Baca lebih lanjut

Belajar Diagnosa dari Imam Ahmad

Imam Ahmad selain dikenal sebagai salah satu dari imam 4 mahdzab, sebagaimana Imam Syafi’i, beliau juga pandai dalam ilmu pengobatan. Berikut ini beberapa kisah yang terdokumentasi sehingga dapat menunjukkan beliau rahimahullah pandai dalam mendiagnosa penyakit, mengerti tentang jenis-jenis obat dan penerapan gaya hidup.

Ibnu Muflih Al Maqdisi mengatakan dalam kitabnya, Khamsuna Fashlan Fith Thibbin Nabawi, Al-Mawardzi mengatakan, “Aku pernah mendengar seseorang mengadu kepada Abu Abdillah (Ahmad bin Hambal). ‘Aku merasakan nyeri yang berdenyut-denyut di ibu jariku?’ katanya. Lalu ia (Abu Abdillah) berkata: ‘Ini adalah kelebihan air. Menurutku, kamu harus mengurangi minum air di malam hari’.” Baca lebih lanjut

Sejarah Penggunaan Natron (Pembersih Tubuh & Rumah/ Bag.3)

Sabun Era Klasik

Sabun Era Klasik

Menelisik dari prosesi pengawetan mumi ada sebuah pertanyaan, mengapa natron turut dipergunakan saat membalsam jasad?  Mineral natron diketahui bekerja menyerap air dan berfungsi sebagai agen pengering. Natron dalam hal ini berfungsi sebagai pengawet yang berkerja dengan tiga cara, yaitu mengeringkan kelembaban dalam daging sehingga menghambat pertumbuhan bakteri, membuang kelembaban yang berisi sel-sel lemak dan terakhir berfungsi sebagai desinfektan terhadap mikroba.

Bagaimana natron bisa menghambat pertumbuhan mikroba? Bila terkena kelembaban, unsur karbonat dalam natron akan merubah pH atau tingkat keasaman sehingga menimbulkan alkalinitas, yang kemudian menciptakan lingkungan tak bersahabat bagi bakteri. Baca lebih lanjut

Sejarah Penggunaan Natron (Mineral Pengawet Mumi/ Bag. 2)

Garam mineral natron kadang kali ditemukan di dasar danau garam pada lingkungan gersang seperti gurun. Oleh karenanya selain di Wadi El Natrun, pertambangan natron juga dapat ditemukan di daerah padang pasir.

danau natron

Danau Natron Tanzania

Tempat terkenal lainnya yang banyak mengandung natron adalah danau natron di utara Tanzania, letaknya dekat dengan perbatasan Kenya. Danau ini terkenal dengan warnanya yang merah jambu karena banyak terdapat sianobakteri. Terkadang danau ini bisa mencapai tingkat pH (keasaman) 9 sampai 10 yang mendekati alkali seperti zat ammonia.

Mineral natron juga dapat ditemukan di beberapa Negara lain seperti di danau Chad, Provinsi Showa di Ethiopia, Bilma di Niger, Hungaria, Italia, Rusia, Inggris, Kanada, dan Amerika. Bahkan di Negara bagian Pennsylvania, Amerika terdapat daerah bernama Natrona. Baca lebih lanjut

Sejarah Penggunaan Natron (Asal Nama Natrium/ Bag. I)

pemuatan batuan tambang natron menggunakan unta

Batuan Natron

Jika berbicara tentang natrium kemungkinan asosiasi tertuju pada garam meja yang memiliki rumus kimia NaCl (Natrium Klorida) dan dalam bahasa arab disebut milh, namun tahukah anda dari mana kata “natrium” berasal?

Natrium atau sering disebut juga sodium adalah unsur kimia yang dalam tabel periodik (tabel unsur kimia) memiliki simbol Na. Natrium adalah unsur bernomor atom 11 dan termasuk jenis logam alkali yang banyak terdapat dalam senyawa alam (terutama dalam bentuk mineral halit).

Natrium hampir tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur murni. Artinya natrium ditemukan dalam bentuk persenyawaan seperti garam yang terdapat di lautan dan bentuk batuan mineral hasil tambang di danau garam yang mengering.

Natrium adalah turunan dari kata “Natron,” yaitu berupa garam mineral yang sudah sejak ribuan tahun dipergunakan untuk proses pembalsaman mumi di zaman mesir kuno. Ibnu Qoyyim, salah satu penulis kitab pengobatan yang berjudul Thibbun Nabawi juga pernah menyinggung pemanfaatan natron untuk campuran salep klabet. Baca lebih lanjut

Mengulas Lebih Dalam Hadits Tentang Hindiba (I)

andewi

andewi

Bermula ketika redaksi menemukan literatur tentang penggunaan Hindiba pada masa kejayaan Turki Utsmani, maka kami pun mulai melakukan investigasi untuk menggali manfaat hindiba sebagai bagian dari perbendaharaan dalam Ath-Thibbun Nabawi. Pada pembahasan pendahuluan, redaksi sempat mengutarakan hadits tentang Hindiba. Hadits lain tercantum dalam silsilah hadits dha’if dan maudhu karya Al-Syaikh Nashiruddin al-Albany sebagai hadits maudhu. Kini, redaksi akan mengulas lebih dalam tentang apa dan bagaimana tanaman hindiba tersebut.

“Hendaklah kalian menggunakan al-Hindiba, karena sesungguhnya tidak sehari pun kecuali pastilah tertetesi tetesan dari surga.”

Shaikh Nashiruddin al-Albany menyebutkan derajat hadits ini adalah maudhu’. Hadits tersebut telah dikeluarkan oleh Abu Naim dalam ath-thibb dengan sanad dari Muhammad bin Abi Yahya, dari Shalih bin Sahl, dari Musa bin Mu’adz, dari Umar bin Yahya bin Abi Salamah, dari Ummu Kultsum binti Abi Salamah, dari Ibnu Abbas r.a. Menurut Syaikh, sanad hadits ini sangat lemah, sebab Musa bin Mu’adz dan Umar bin Yahya telah dinyatakan dha’if oleh ad-Daruquthni. Bahkan oleh Abu Naim sendiri, Umar bin Yahya dinyatakan sebagai perawi sanad yang ditinggalkan atau tidak diterima riwayatnya oleh pada ahli hadits.

Lebih lanjut Syaikh menandaskan, adapun mengenai rijal (perawi) sanad yang di bawah keduanya tidaklah dikenal, alias majhul. Bahkan as-Suyuthi dalam kitabnya, al-Aali, menyatakan bahwa semua rijal sanad riwayat ini adalah rusak. Baca lebih lanjut

ASI vs Susu Formula

ilustrasi“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah, 2: 233)

Merujuk pada firman Allah di atas, menjadi kewajiban bagi setiap ibu untuk menyusui buah hatinya. WHO dan Depkes RI menyatakan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga dua tahun adalah upaya memberikan jaminan kesehatan anak.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional pada 2007-2008 mengungkapkan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia nol hingga enam bulan di Indonesia menunjukkan penurunan dari 62,2 persen pada 2007 menjadi 56,2 persen pada 2008. Sedangkan cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai enam bulan turun dari 28,6 persen pada 2007 menjadi 24,3 persen pada 2008. Sementara jumlah bayi di bawah enam bulan yang diberi susu formula meningkat dari 16,7 persen pada 2002 menjadi 27,9 persen pada 2003. Baca lebih lanjut