Sejarah Penggunaan Natron (Pembersih Tubuh & Rumah/ Bag.3)

Sabun Era Klasik

Sabun Era Klasik

Menelisik dari prosesi pengawetan mumi ada sebuah pertanyaan, mengapa natron turut dipergunakan saat membalsam jasad?  Mineral natron diketahui bekerja menyerap air dan berfungsi sebagai agen pengering. Natron dalam hal ini berfungsi sebagai pengawet yang berkerja dengan tiga cara, yaitu mengeringkan kelembaban dalam daging sehingga menghambat pertumbuhan bakteri, membuang kelembaban yang berisi sel-sel lemak dan terakhir berfungsi sebagai desinfektan terhadap mikroba.

Bagaimana natron bisa menghambat pertumbuhan mikroba? Bila terkena kelembaban, unsur karbonat dalam natron akan merubah pH atau tingkat keasaman sehingga menimbulkan alkalinitas, yang kemudian menciptakan lingkungan tak bersahabat bagi bakteri.

Kemudian beranjak dari fungsi desinfektan dan penghambat pertumbuhan bakteri, maka di zaman Mesir Kuno natron telah difungsikan sebagai pembersih rumah dan tubuh. Natron yang dicampur dengan minyak adalah cikal-bakal dibuatnya sabun. Natron berfungsi melembutkan air saat mengeluarkan minyak dan lemak.

Sementara natron yang dicairkan adalah pembersih untuk gigi dan cikal-bakal obat kumur.  Mineral natron telah dicampur sebagai bahan antiseptik awal bagi luka dan luka teriris. Natron dipergunakan juga sebagai pengering dan pengawet ikan dan daging. Natron adalah insektisida rumahan kuno yang telah dipergunakan dalam pembuatan ikat pinggang dan sebagai pemutih untuk pakaian.

Selain itu sejak zaman Mesir Kuno natron telah ditambahkan ke dalam minyak jarak untuk membuat bahan bakar penerangan yang tidak menimbulkan asap, dengan demikian dapat memungkinkan para pelukis di makam Mesir Kuno bekerja tanpa terkotori oleh abu asap pembakaran lentera.

Natron merupakan bahan untuk membuat warna khas yang disebut “biru mesir,” dimana pembuatannya dicampurkan bersama dengan pasir dan kapur dalam keramik dan kaca yang dibuat oleh orang-orang Romawi dan lainnya setidaknya hingga 640 M. Mineral ini juga berfungsi sebagai fluks untuk mematri logam mulia bersama-sama.

Dalam ilmu mineral modern, bentuk natron hanya diartikan sebagai natrium karbonat dekahidrat (abu soda hidrat) yang membentuk sejarah garam. Sementara untuk saat ini penggunaan natron secara umum telah digantikan dengan bahan natrium lain yang mirip dengan senyawa mineral tersebut.

Sifat deterjen natron saat ini secara komersial telah digantikan dengan abu soda, sebagai campuran bahan utama bersama dengan bahan kimia lainnya. Abu soda juga menggantikan posisi natron dalam pembuatan kaca. Beberapa peran rumahan yang secara tradisional menggunakan natron juga telah digantikan oleh baking soda biasa, yaitu bahan lain yang semakna dengan natron. Selesai. JR/TB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s