Sejarah Penggunaan Natron (Mineral Pengawet Mumi/ Bag. 2)

Garam mineral natron kadang kali ditemukan di dasar danau garam pada lingkungan gersang seperti gurun. Oleh karenanya selain di Wadi El Natrun, pertambangan natron juga dapat ditemukan di daerah padang pasir.

danau natron

Danau Natron Tanzania

Tempat terkenal lainnya yang banyak mengandung natron adalah danau natron di utara Tanzania, letaknya dekat dengan perbatasan Kenya. Danau ini terkenal dengan warnanya yang merah jambu karena banyak terdapat sianobakteri. Terkadang danau ini bisa mencapai tingkat pH (keasaman) 9 sampai 10 yang mendekati alkali seperti zat ammonia.

Mineral natron juga dapat ditemukan di beberapa Negara lain seperti di danau Chad, Provinsi Showa di Ethiopia, Bilma di Niger, Hungaria, Italia, Rusia, Inggris, Kanada, dan Amerika. Bahkan di Negara bagian Pennsylvania, Amerika terdapat daerah bernama Natrona.

Natron yang ditambang sejak zaman Mesir Kuno awalnya untuk diekstrak menjadi garam natron dan dipergunakan selama pembalsaman mumi raja-raja mesir, tak terkecuali firaun Ramses II yang mayatnya mati tenggelam di laut merah.

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Yunus : 92)

ramses II

Mumi Firaun Rhamses II

Mayat yang akan dijadikan mumi pertama kali organ-organ seperti paru-paru, lambung, dan ususnya dikeluarkan untuk kemudian dikemas dalam guci dan ditaburi natron. Kemudian bagian dalam jasad akan diisi natron dan bagian luarnya ditaburi natron  selama 40 hari.

Setelah 40 hari, mumi dibersihkan dari natron dengan menggunakan air sungai

Penaburan Natron Pada Mumi

Penaburan Natron Pada Mumi

nil dan kulit mayat diberikan minyak agar kulit tetap kenyal. Kemudian rongga dada dan perut yang telah dikosongkan diisi oleh sebuk gergaji, dedaunan dan kain linen sehingga terlihat utuh seperti manusia yang masih hidup.

Tahap selanjutnya sebelum mayat dibalut kain linen seluruh bagian kulit luar diolesi minyak yang berbau wangi. Setelah kain linen membalut sempurna sang mayat, lantas kain dilukisi gambar Osiris, dewa tertinggi dalam kepercayaan mistis Mesir Kuno dan dianggap sebagai sang hakim kematian.

Mumi dimasukkan dalam dua peti dan peti kedua akan membungkus peti pertama. Selanjutnya barulah dilakukan upacara kematian sebelum akhirnya mumi dimasukkan ke dalam batu sarkofagus yang besar dan diletakkan dalam piramida bersama perabot, pakaian, benda-benda berharga, makanan dan minuman yang dipercaya akan dipergunakan oleh si mayat. Dari sini dapat diketahui bahwa sebenarnya pyramid di Mesir yang berdiri atas susunan batu kapur dan granit sejatinya adalah kuburan bagi mumi raja-raja mesir. Bersambung…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s